Minggu, 18 Januari 2015

So This is....



Yang ganteng di atas ini sang Miracle, Rafael Al Fairuz Lazuardi Agus. 15 April besok genap 6 tahun umurnya. 
Jangan tanya kesukaannya !, karena hobinya Makan dan Musik.. just like me :D :D :D 
Wataknya keras, penurut dan sedikit cengeng, tapi ganteng bingitss :*






kalo yang ganteng kecil ini jagoan Mama dong. Namanya Muhammad Altair Gemael Agus. Lahir pas hari valentine bikin dia lebih romatis, suka peluk-peluk, dan kebutuhan attachment nya tinggi. Meskipun dia sekilas dipandang pendiam, namun seringkali menghanyutkan. OMG.....
hobinya kinestetik, lincah, berlari ke utara selatan.

Most of all Momy Love you both.... Hug & Kiss

yippieeee, this is 2015!



Long time no see, udah lama ga tulis-tulis di sini. 
Ga terasa, udah 2015 aja. 
Anak-anakku juga sudah semakin besar. Rafael Al Fairuz Lazuardi Agus, my miracle akan memasuki bangku SD tahun ini. Padahal kaya baru kemaren aja dapet keajaiban itu :).
My beloved  Muhammad Altair Gemael Agus yang kemaren-kemaren masih minta gendong itu juga tahun ini menginjak Taman kanak-kanak, hmmm what a wonderfull world.

Terimakasih Tuhan, untuk semua kebahagiaan ini. Mampukan aku dan Agus Riyanto sebagai orang tua yang baik buat mereka, yang dapat mendidik dan membesarkan serta memberikan yang terbaik untuk anak-anak kami. 

Kami bersyukur untuk semua ini, bahagiakan kami Ya Allah. 




Rabu, 25 Mei 2011

keajaiban yang kembali hadir

Kegagalan IUD Nova T ini sempat mengganggu ku. banyak teman-teman yang memberikan informasi tentang resiko terhadap bayi yang ada dalam kandungan, diantaranya adalah ketakutanku bahwa IUD nya akan menempel di bagian tubuh bayi, dan sebagainya...

namun Tuhan tak kan pernah salah....ia telah mengirimi hadiah yang lengkap

Senin, 14 Pebruari 2011, kembali dengan operasi ceacar lahirlah Muhammad Altair Gemael Agus. lahir 39 minggu dengan berat 3.7 kg dan panjang 50 cm. kulitnya merah, mata sipt, tidak selebar milik Rafael, rambutnya tebal.

inilah dua malaikatku...yang menjagaku dari dosa. inilah yang ditakdirkan Tuhan untuk menemaniku....

Minggu, 22 Mei 2011

Kemudian hadir keajaban lagi...........

setelah kelahiran anak pertamaku, dokter menyarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi, mengingat hal ini berarti aku mengalami saat subur. karena pertimbangan PCOS yang pernah kualami, dokter menyakinkan aku untuk tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. akhirnya aku memilih untuk menggunakan IUD Nova T.
selama penggunaan IUD, siklus haid ku kacau, sering mengalami siklus yang panjang, serta pendarahan yang sangat banyak.

Puji syukur, dalam perkembangannya, Rafael tumbuh menjadi anak yang sehat, gemuk dan tinggi. perkembangan bahasanya jauh lebih baik dari pada perkembangan motoriknya. Rafael mulai lancar berjalan pada usia 14 bulan.

Ketika Rafa menginjak usia 14 bulan, Tuhan mengirimiku hadiah kembali, sebuah keajaiban indah. menyadari bahwa aku menggunakan kontrasepsi, aku sangat tidak percaya mengetahui bahwa aku hamil kembali. berkonsultasi dengan dokter Henny Jasaningsih, karena hal ini merupakan kegagalan KB, ia menyebutkan boleh menggugurkan janin tersebut. namun aku menyadari, bahwa ini adalah anugerah, ini adalah satu lagi kebahagiaan dibalik hal yang mengejutkan ini.................

The Miracle comes

Selasa, 14 April 2009
Pk. 00.00

Dalam tidur serasa ada yang tidak bisa ditahan untuk keluar, seperti sedang mengompol ketika tidur. seketika aku terbangun. sempat panik, mengingat due date masih satu bulan ke depan.
Tapi cairan itu tidak kunjung berhenti. segera aku dan suamiku bergegas ke rumah sakit terdekat, RS. Ibnu Sina Gresik. setelah di tangani di UGD, perawat menyatakan itu adalah air ketuban, tetapi belum ada pembukaan jalan lahir. untuk menghindari komplikasi dan sebagainya, aku mendapat tablet rangsang, supaya baby segera lahir sebelum air ketuban habis.

Pk. 03.00
Rasa sakit akibat obat perangsang membuat rahimku terus berkontraksi. Masih bukaan 1.

Pk. 05.00
Karena belum ada perkembangan, aku meminta penanganan operasi. segera perawat mempersiapkan aku untuk menuju ruang operasi. segala doa telah terucap.

Pk. 08.00
Didampingi suami, Agus Riyanto, serta orang tua, H. Moch. Hasan Dahlan dan Hj. Elly Noer Lailawati, operasi dimulai. dipimpin dr. Zainul Arifin SPoG.

Pk. 08.45
Pecah tangis bayi mungilku. setiap USG dokter menyatakan bayi ku berjenis kelamin perempuan, namun yang ada dipelukku kini adalah seorang bayi laki-laki. lahir dengan berat 3,20 kg dan panjang 51 cm.
dialah keajaiban yang kutunggu, Rafael Al Fairuz Lazuardi Agus.

Rabu, 09 September 2009

I'm Pregnant....

sebelum positif hamil, aku sempat bertanya pada suamiku, apakah ia rela dan ikhlas apabila aku tidak bisa memberikan keturunan, tapi Allah maha berkehendak, ia mempercayaiku untuk mengandung seorang bayi.
tanggal 9 ramadhan tahun lalu, beberapa hari sebelumnya aku merasa pusing, nyeri ketika buang air kecil dan sedikit mual. Seperti bulan-bulan yang lalu aku selalu membeli test pack karena bisa jadi selama dua bulan aku tidak mendapat menstruasi. Iseng saja, ketika sahur aku mencoba test pack, aku tidak banyak berharap, paling garisnya cuma satu...but then, ada dua garis merah...................Aku terkejut, senang, sekaligus bingung. Benarkah???????? Kulempar test pack itu, segera kupanggil suamiku, "Yang, garisnya dua...", yah kok suamiku juga jadi bingung " beneran tah?". Pagi itu, adalah pagi yang sangat membahagiakan....
Setelah subuh, kusempatkan berkonsultasi dengan Bidan di depan rumah, dan ia menyatakan memang postif hamil -merujuk pada test pack itu-, sarannya untuk meyakinkan, konsultasi pada dokter saja. Tiga hari kemudian dokter mengamini kehamilanku, puji syukur..Ia menyarankan untuk tidak berpuasa, untuk memberikan nutrisi pada masa pembentukan janin. Juga disarankan untuk "puasa" berhubungan dengan suami, tidak terlalu capek dan minum susu hamil . Saya menuruti semua saran dari dokter, terlebih lagi menurut dokter kehamilan oleh penderita PCOS bisa jadi beresiko, bisa jadi janin yang dikandung lemah.

Selasa, 08 September 2009

Menuju Kehamilan

Setelah mengetahui bahwa saya menderita PCOS, saya menjadi rajin searching net tentang apa yang terjadi pada saya, karena dari awal dr. Budi mengingatkan bahwa resiko mengalami PCOS bukan hanya akan sulit hamil, namun juga apabila tidak diatasi akan mengakibatkan kemandulan, diabetes melitus sampai gangguan jantung.
Karena saya ingin memiliki anak, saya mengikuti terapi dengan dr. Budi. untuk merangsang indung telur, saya diberi Profertil yang diminum pada hari ke 3 menstruasi. selain itu, setiap hari saya harus mengkonsumsi obat gula darah Metformin. saran lain dari dr. Budi, saya harus menurunkan berat badan sbesar 5% dari berat semula.
Setelah menjalani terapi selama lima bulan, Alhamdulillah, pada ramadhan tahun lalu saya dinyatakan hamil. sebuah kebahagiaan tentunya, namun PCOS yang saya miliki membuat saya harus berhati-hati karena bisa saja janin yang saya kandung lemah.